Kepolisian Internasional Menutup 400 Akses Situs Gelap
WASHINGTON – Kepolisian internasional telah menutup
akses lebih dari 400 situs online yang diduga menjual barang maupun
produk illegal, seperti narkoba dan senjata api. Hal ini juga ditindak
lanjuti dengan penangkapan 17 orang sebagai tersangka utama.
Operasi penangkapan dengan nama ‘Operasi Onymous’ ini digelar oleh 16 negara Eropa dan Amerika Serikat yang berhasil menangkap sebanyak 17 orang pelaku, dimana enam pelaku yang ada tercatat sebagai warga negara Inggris, seperti dikutip dari Ibtimes, Selasa (17/11/2014).
Menurut situs tersebut, dalam operasi Onymous ini telah disita barang bukti uang tunai sebanyak EURO180 ribu dan juga narkoba serta beragam jenis senjata, emas dan perak. Jika ditotal, operasi Onymous sendiri berhasil menyita sebanyak USD1 juta atau sekira Rp1,2 miliar.
Dokumen yang dikeluarkan oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) mengungkapkan bahwa beberapa situs gelap tersebut adalah Silk Road 2.0, paling banyak diakses dan memiliki sebanyak 150 ribu pengguna dengan total penjualan sebanyak USD8 juta perbulan.
Cara kerja situs ini sendiri dikatakan cukup cerdik, karena awalnya situs gelap tersebut tidak bisa diakses melalui aplikasi browser biasa, seperti Chrome, Bing maupun internet explorer (iE). Situs baru bisa dibuka dengan aplikasi yang dikenal The Onion Browser (Tor) yang banyak menawarkan narkoba, senjata api, amunisi, ID palsu dan pencurian kartu kredit serta layanan email hacker.
"Hari ini kami telah menunjukkan bahwa kami dapat secara efisien menghilangkan infrastruktur kriminal penting yang mendukung kejahatan terorganisir yang serius," ujar Troel Oerting, kepala Pusat Cybercrime Eropa Europol yang dikutip dari BBC.
(SOURCE)
Operasi penangkapan dengan nama ‘Operasi Onymous’ ini digelar oleh 16 negara Eropa dan Amerika Serikat yang berhasil menangkap sebanyak 17 orang pelaku, dimana enam pelaku yang ada tercatat sebagai warga negara Inggris, seperti dikutip dari Ibtimes, Selasa (17/11/2014).
Menurut situs tersebut, dalam operasi Onymous ini telah disita barang bukti uang tunai sebanyak EURO180 ribu dan juga narkoba serta beragam jenis senjata, emas dan perak. Jika ditotal, operasi Onymous sendiri berhasil menyita sebanyak USD1 juta atau sekira Rp1,2 miliar.
Dokumen yang dikeluarkan oleh Federal Bureau of Investigation (FBI) mengungkapkan bahwa beberapa situs gelap tersebut adalah Silk Road 2.0, paling banyak diakses dan memiliki sebanyak 150 ribu pengguna dengan total penjualan sebanyak USD8 juta perbulan.
Cara kerja situs ini sendiri dikatakan cukup cerdik, karena awalnya situs gelap tersebut tidak bisa diakses melalui aplikasi browser biasa, seperti Chrome, Bing maupun internet explorer (iE). Situs baru bisa dibuka dengan aplikasi yang dikenal The Onion Browser (Tor) yang banyak menawarkan narkoba, senjata api, amunisi, ID palsu dan pencurian kartu kredit serta layanan email hacker.
"Hari ini kami telah menunjukkan bahwa kami dapat secara efisien menghilangkan infrastruktur kriminal penting yang mendukung kejahatan terorganisir yang serius," ujar Troel Oerting, kepala Pusat Cybercrime Eropa Europol yang dikutip dari BBC.
(SOURCE)
0 komentar:
Posting Komentar