Situs mikro-blogging Twitter tidak hanya diklaim dapat membantu partai politik dalam mengukur minat dan "mood" anak muda, melainkan juga membujuk mereka untuk berpartisipasi aktif sebagai pemilih di pemilihan umum. Temuan ini adalah hasil penelitian dari Global Twitter, yang secara intensif mengukur perilaku dan psiko-analisa dari penggunaan situs mikro-blogging tersebut, dan meneliti terhadap dampaknya dalam kehidupan yang dijalani oleh mereka.
Dilansir dari NDTV, (23/03) penelitian yang melibatkan 3.000 pengguna Twitter berusia 18 sampai 34 tahun di Inggris tersebut menunjukkan bahwa 74% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka akan memilih dalam pemilu berikutnya. Sementara 45% mengatakan bahwa mereka sangat tertarik atau bergabung dengan pembahasan politik atau sosial melalui belajar dari Twitter, sementara 37% mengatakan bahwa mereka menggunakan situs mikro blogging tersebut untuk secara aktif mencari informasi tentang politik atau pemilihan umum di Inggris.
Seperti yang dilaporkan oleh Guardian, Adam Sharp, Kepala Global Twitter mengatakan bahwa dengan lebih dari 78% dari anggota parlemen sangat menyenangi platform ini untuk memberikan pemahaman dan kesadaran tentang politik, bersama dengan pemberitaan di media massa lain seperti radio dan televisi.
Dilansir dari NDTV, (23/03) penelitian yang melibatkan 3.000 pengguna Twitter berusia 18 sampai 34 tahun di Inggris tersebut menunjukkan bahwa 74% dari mereka yang disurvei mengatakan mereka akan memilih dalam pemilu berikutnya. Sementara 45% mengatakan bahwa mereka sangat tertarik atau bergabung dengan pembahasan politik atau sosial melalui belajar dari Twitter, sementara 37% mengatakan bahwa mereka menggunakan situs mikro blogging tersebut untuk secara aktif mencari informasi tentang politik atau pemilihan umum di Inggris.
Seperti yang dilaporkan oleh Guardian, Adam Sharp, Kepala Global Twitter mengatakan bahwa dengan lebih dari 78% dari anggota parlemen sangat menyenangi platform ini untuk memberikan pemahaman dan kesadaran tentang politik, bersama dengan pemberitaan di media massa lain seperti radio dan televisi.
"Twitter memuat percakapan langsung tentang pemilu secara real time, tentang berita, pemerintah dan pemilu. Sementara 70 persen mengatakan mereka menggunakan Twitter untuk mendapatkan informasi untuk mendapatkan pemahaman tentang politik, tentang cara memberikan suara dalam politik, dan 66% digunakan untuk mendapatkan perspektif yang lebih jujur dan gamblang tetang politik", ujar Adam.
Adam menambahkan, bahwa hampir 44% pengguna muda di Twitter mengatakan bahwa mereka berpikir Twitter memberikan informasi yang obyektif, cepat, dan sangat informatif tentang pemilu. Adam mengatakan bahwa kini ada lebih dari 15 juta pengguna Twitter di Inggris, dan apabila Twitter digunakan oleh pemilu di negara-negara lain, tentu akan menjadi sarana media yang sangat efektif untuk menjaring pengguna muda menjadi pemilih aktif di pemilu.
Adam menambahkan, bahwa hampir 44% pengguna muda di Twitter mengatakan bahwa mereka berpikir Twitter memberikan informasi yang obyektif, cepat, dan sangat informatif tentang pemilu. Adam mengatakan bahwa kini ada lebih dari 15 juta pengguna Twitter di Inggris, dan apabila Twitter digunakan oleh pemilu di negara-negara lain, tentu akan menjadi sarana media yang sangat efektif untuk menjaring pengguna muda menjadi pemilih aktif di pemilu.
Source: m.tabloidpulsa.co.id/news/20540-studi-twitter-dianggap-efektif-bujuk-remaja-untuk-andil-dalam-pemilu

0 komentar:
Posting Komentar