INILAHCOM, Shanghai - Jaguar Land Rover melakukan recall atau penarikan kembali sekitar 36 ribu mobil mereka di China menyusul keluhan konsumen terkait masalah gearbox yang ditayangkan oleh stasiun televisi pemerintah.
Penarikan ini berlaku untuk SUV Range Rover Evoque dan pembuat kendaraan ini akan memperpanjang periode garansi bagi gearboxkendaraan yang bermasalah.
Siaran stasiun televisi CCTV menuding produsen otomotif asal Inggris tersebut tidak menjawab keluhan pelanggan terkait gearbox. Pembuat kendaraan asing besar lainnya juga dijadikan sasaran acara televisi tersebut.
Rekan usaha Nissan, Volkswagen, dan Mercedes-Benz di China dituduh menuntut pelanggan membayar terlalu besar pada tempat pelayanannya. Semua perusahaan ini telah meminta maaf.
Pihak Jaguar Land Rover, juga meminta maaf kepada pelanggan lewat blog Sina Weibo, Twitter versi China, demikian laporan BBC.
Jaguar Land Rover baru-baru ini menanam modal senilai 1 miliar poundsterling di pasar otomotif paling besar dunia ini dengan membuka pabrik produksi pertamanya di dekat Shanghai pada Oktober tahun lalu. [ikh]
Penarikan ini berlaku untuk SUV Range Rover Evoque dan pembuat kendaraan ini akan memperpanjang periode garansi bagi gearboxkendaraan yang bermasalah.
Siaran stasiun televisi CCTV menuding produsen otomotif asal Inggris tersebut tidak menjawab keluhan pelanggan terkait gearbox. Pembuat kendaraan asing besar lainnya juga dijadikan sasaran acara televisi tersebut.
Rekan usaha Nissan, Volkswagen, dan Mercedes-Benz di China dituduh menuntut pelanggan membayar terlalu besar pada tempat pelayanannya. Semua perusahaan ini telah meminta maaf.
Pihak Jaguar Land Rover, juga meminta maaf kepada pelanggan lewat blog Sina Weibo, Twitter versi China, demikian laporan BBC.
Jaguar Land Rover baru-baru ini menanam modal senilai 1 miliar poundsterling di pasar otomotif paling besar dunia ini dengan membuka pabrik produksi pertamanya di dekat Shanghai pada Oktober tahun lalu. [ikh]
Source: m.inilah.com/news/detail/2189111/jaguar-land-rover-recall-36000-mobil-di-china

0 komentar:
Posting Komentar