Blogger templates

Pages

Sasuke's Mangekyō Sharingan

Kamis, 12 Maret 2015

Ada Paten Menarik Di Balik Emas 18 Karat Apple Watch Edition




 Dalam dunia perdagangan logam mulia atau perhiasan, karat menunjukkan persentase emas yang dikandung dari suatu logam mulia atau perhiasan tersebut. Emas murni yang biasanya mempunyai kadar 24 karat biasanya berbentuk batangan (disebut juga gold ingot).
 
Berkaitan dengan bahan emas 18 karat pada Apple Watch Edition berarti jam Apple tersebut memiliki persentase kandungan emas 75%. Seperti umumnya perhiasan atau barang mewah lainnya yang berlapiskan emas, Apple Watch Edition tidak menggunakan emas murni 25 karat karena pertimbangan ketahanan bahan. Apabila suatu benda berbahan murni emas atau perak, benda tersebut akan mudah tergores, penyok, atau kusam. 
 
Oleh karena itu, perusahaan jam atau perhiasan biasanya lebih memilih menggunakan bahan emas 18 karat yang dipadukan dengan logam lainnya, seperti perak, tembaga, atau zinc. Perusahaan ternama, seperti Rolex dan Tiffany bahkan memiliki nama tersendiri untuk bahan alloy berbahan emas jenis rose gold alloy, yaitu Everose dan Rubedo.
 
Video pada website Apple menunjukan bahwa Apple Watch Edition menggunakan dua bahan aloi emas, yaitu yellow gold dan rose gold yang memiliki kandungan perak, tembaga, dan palladium. Dalam videonya juga disebutkan bahwa bahan emas dari Apple Watch Edition “dirancang bukan hanya indah, tapi juga dua kali lebih keras dibandingkan emas standar.”
 
Benarkah logam emas campuran (aloi) tersebut hanya mengandung beberapa jenis logam yang tadi disebutkan tadi? Banyak pengamat meragukannya karena Apple diketahui telah mematenkan aloi emas 18 karat baru yang mungkin mengandung beberapa jenis serbuk keramik non-metalik, seperti garnet (sejeis batu), boron carbidesilicon carbidealuminum nitride, atau bahkan berlian.
 
Beberapa pihak yang belum yakin dengan kebenaran kandungan emas 18 karat (75% kandungan emas) pada Apple Watch Edition berkomentar bahwa ini hanyalah strategi cerdik Apple untuk berhemat ongkos produksi. Pendapat ini bisa dimaklumi mengingat harga produk Apple selalu dipatok dengan margin yang relatif tinggi. Terlepas dari kebenarannya, masih ada pertimbangan lainnya kenapa Apple menggunakan bahan aloi emas yang dipatenkan tersebut.
 
Bahan aloi emas Apple tersebut diduga memiliki karakter tahan goresan (scratch-resistance), lebih 'kinclong', dan bisa sedikit diatur warnanya. Produsen jam Rolex selama ini juga diketahui telah mematenkan pemakaian bahan serbuk keramik untuk membuat aloi emas dengan warna yang unik dan susah ditiru.
 
Apabila Apple benar-benar telah memakai teknologi keramik yang telah dipatenkannya Desember tahun lalu tersebut, berarti Apple memang tidak ingin mempromosikannya.
 
Video dari Apple Wtach Edition yang mengatakan bahwa emas tersebut dua kali lebih keras daripada emas standar menunjukkan bahwa aloi emas Apple tersebut memiliki skala kekerasan bahan (Vickers Scale) setidaknya 400 HV. Seperti apa kekuatannya hanya waktu dan pembeli jam mahal tersebut saja yang akan membuktikannya.

0 komentar:

Posting Komentar