JAKARTA – Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar yang terus terjadi hingga pekan ini, membuat sejumlah pedagang gadget di Tanah Air mengeluhkan sepinya pembeli. Seperti yang dialami Steven Santoso selaku dealer gadget di kawasan ITC Roxy Mas mengutarakan bahwa minat dan daya beli masyarakat kali ini, kondisinya mulai terasa sepi.
Steven mengeluhkan, khususnya seperti yang terjadi di kawasan ITC Roxy Mas. Menurutnya, tingginya penguatan harga dolar menjadi sumber alasan mereka untuk menahan keinginan membeli gadget sementara ini.
“Memang tidak semua brand melakukan kenaikan harga, namun secara umum kondisi pasar kali ini sangat sepi. Daya beli masyarakat telah menurun secara drastis. Berdasarkan pemahaman kebanyakan dari mereka, penguatan kurs dolar bisa mempengaruhi harga gadget secara langsung, padahal tidak selamanya selalu terjadi demikian,” ujar Steven kepada Okezone, Jumat (20/3/2015).
Namun demikian, gejolak kenaikan harga yang dilakukan oleh kebanyakan produsen IT, justru menjadi tantangan sekaligus peluang potensial bagi Advan, yang secara market, pemenuhan kebutuhan teknologi masyarakat volumenya akan semakin melebar.
Marketing Director Advan, Tjandra Lianto mengatakan, penguatan dolar kali ini memberikan ruang sekaligus tantangan untuk meningkatkan market share Advan. Walau secara trend Rupiah bakal terus menurun, tapi tingkat kebutuhan masyarakat khususnya di bidang teknologi informasi masih cukup potensial untuk terus dikembangkan.
“Kami berharap, masyarakat tidak perlu panik menanggapi gejolak penguatan dolar kali ini. Karena kebutuhan teknologi mereka akan tetap bisa terpenuhi melalui jajaran produk Advan dengan harga yang terjangkau,” pungkas Tjandra.
Source : m.okezone.com/read/2015/03/20/57/1121548/dolar-naik-pedagang-ponsel-mengeluh-sepi-pembeli

0 komentar:
Posting Komentar