Blogger templates

Pages

Sasuke's Mangekyō Sharingan

Rabu, 11 Maret 2015

Pantau Sampah, Surabaya Gunakan Teknologi SWAT


TEMPO/Dasril Roszandi
TEMPO.COSurabaya - Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya menggunakan teknologi terkini untuk mengelola sampah. Sejak pertengahan 2014, dinas tersebut memiliki sistem solid waste application transportation (SWAT) untuk memantau proses pengambilan sampah sampai ke tempat pembuangan akhir.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya Chalid Buhari mengatakan SWAT menjadi aplikasi andalannya untuk memonitor truk-truk sampah di Surabaya. "Kami punya SWAT. Jadi saya bisa mantau tonase sampah per detik, truk dari mana saja," kata Chalid, Rabu, 11 Maret 2015.

Menurut Chalid, aplikasi SWAT terhubung dengan telepon selulernya. Dengan demikian, ia bisa memonitor pergerakan sampah setiap saat dan di mana saja.

Chalid menjelaskan dinas yang dia pimpin memiliki 200 truk sampah ditambah 200 truk sampah dari swasta. Setiap hari, truk-truk itu mengangkut sekitar 1.300 ton sampah. Agar tertib, Dinas Kebersihan dan Pertamanan membuat SWAT. "Enggak mungkin kota sebesar ini pakai manual, makanya pakai teknologi," ujarnya.

Tiap pengemudi truk, kata dia, mempunyai kitir ber-barcode. Kitir itu kemudian dipindai. Jika kitir dan pelat nomor truk sesuai, lampu akan menyala hijau yang berarti truk diperbolehkan masuk ke tempat pembuangan akhir. Jika berwarna merah, artinya truk dilarang masuk karena ada ketidaksesuaian volume sehingga harus membayar retribusi.

Muatan truk ditimbang berat bersih dan kotornya. Lewat SWAT, petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan bisa melihat langsung tonase sampah, asal truk, dan sumbangan sampah dari tempat pembuangan sementara. "Semua ter-update setiap detik," katanya.

Menurut Chalid, beberapa pemerintah daerah belajar kepada Surabaya dan mengadopsi SWAT. Di antaranya Samarinda dan Denpasar. Mereka dilatih sehari untuk mengoperasikan SWAT.

Kepala Bidang Sarana Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya Ipung Whisnu mengatakan aplikasi tersebut dikembangkan sendiri oleh Dinas. "Ini program dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan sendiri mulai pertengahan 2014," ujarnya. 

0 komentar:

Posting Komentar